Logo
images

SDN 15 Tangerang yang lokasi gedungnya bergabung dengan SDN 6 Tangerang.

Gubernur Larang Pengunaan Lahan, Pembangunan SDN Tangerang 15 Terancam Batal

fokustangerang,TANGERANG- Pembangunan SD Negeri Tangerang 15 yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 terancam batal. Pasalnya Gubernur Banten Wahidin Halim melarang penggunaan lahan SMK Negeri 2 Tangerang yang berlokasi di Jalan TMP Taruna (Bundaran Tugu Adipura) dipergunakan untuk pembangunan SDN Tangerang 15.

Perihal pelarangan ini sedikit mencolok, pasalnya ada spanduk yang mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Banten yang terpampang dilahan SMKN 2 Kota Tangerang tersebut yang bertuliskan

"Lahan milik Pemprov Banten, Dilarang Mendirikan Bangungan di Atas Lahan ini".

Keberadaan spanduk ini terlihat langsung oleh masyarakat yang melintasi jalur utama Kota Tangerang ini. Terlihat setidak ada tiga spanduk yang terpasang dilahan tersebut.

Tidak jelas maksud dari pemasangan spanduk ini. Dan atas perintah siapa spanduk ini dipasang. Yang menjadi pertanyaan, kenapa hanya di lahan tersebut Pemprov Banten memasang spanduk, sementara di lahan milik Pemprov Banten lainnya, seperti di kawasan Situ Cipondoh yang berada di Jalan KH Hasyim Ashari dan situ Moderland yang berlokasi di Jalan Sudirman tidak terlihat spanduk semacam itu.

Padahal di kedua lahan tersebut banyak berndiri bangunan liar yang dipergunakan untuk berdagang dan dijadilan lahan parkir.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang, Dafyar Eliyadi menyatakan bahwa memang lahan tersebut semula akan dipergunakan oleh Pemkot Tangerang untuk pembangunan SDN Tangerang 15.

"Masalah ini lagi kita bicarakan dengan pihak Provinsi Banten, mudah-mudahan ada solusilah, karena anggaran pembangunan SDN Tangerang 15 ini sudah masuk dalam APBD Kota Tangerang tahun 2018 ini," ujar Dafyar Eliyadi kepada wartawan, Kamis (22/2/2018).

Dafyar menyatakan, beberapa waktu lalu, Kepala Satpol PP Provinsi Banten pernah datang ke Pemkot Tangerang yang meminta Pemkot Tangerang tidak membangun diatas lahan tersebut, dengan alasan akan dipergunakan oleh Provinsi Banten untuk penambahan gedung SMKN 2 Kota Tangerang.

"Kita juga bingung kenapa ada pelarangan seperti itu, padahal oleh Gubernur yang lama (Ratno Karno,red) tahan ino sudah diserahkan ke Pemda Kota Tangerang dan sudah disetujui oleh dewan, oleh kita juga sdh dimasukan dalam daftar aset, makanya ditahun ini kita pergunakan untuk pembangunan SDN 15 Tangerang," kata Dafyar.

Sementara itu Pjs Walikota Tangerang M Yusuf enggan menemui wartawan saat akan dikonfirmasi terkait masalah ini. Bahkan setelah ditunggu lebih dari 30 menit didepan ruang kerjanya yang bersangkutan tidak keluar, padahal menurut keterangan ajudannya sang Pjs Walikota yang baru beberapa hari dilantik ink akan segera keluar ruangan karena ada agenda diluar kantor. Tanpa alasan yang jelas yang bersangkutan masalah tidak keluar ruangan, terlebih ketika ajudannya kembali menanyakan maksud kedatang beberapa wartawan dan disampaikan soal pembangunan SDN 15 Tangerang (tim)


TAG

Tinggalkan Komentar