Logo
images

Feri Naldy saat melakukan evakuasi terhadap korban banjir.

Cerita Relawan Banjir di Pondok Arum, Bantu Suplai Kebutuhan Warga yang Bertahan

Matahari hampir tenggelam kembali ke peraduannya. Tapi tangan Feri Naldy masih mengayuh dayung perahu menyusuri blok-blok Perumahan Pondok Arum, Kelurahan Nambo Jaya, Kota Tangerang. Di belakangnya, tangan lain ikut mengayuh, bergantian menjaga keseimbangan laju perahu.

TANGERANG, Irfan Farhani

FokusTangerang.com - Itu adalah kali ketiga belas Feri, warga Blok C, Perumahan Pondok Arum berkeliling menyuplai kebutuhan sejumlah warga yang bertahan. Air yang terjebak di perumahan dekat Kali Sabi ini seolah belum mau beranjak sejak menyusup ke rumah warga setempat pada Rabu (1/1/2020).

"Ini yang ketiga belas sejak malam. Segini sudah lumayan surut, sebelumnya hampir tiga meter," kata Feri.

Orang bijak pernah berkata, Indonesia tidak akan terpecah belah selama masih ada bencana. Kalimat ini mewujud saat Feri beserta sejumlah relawan Sahabat Palestina Memanggil (SPM ) bahu-membahu memenuhi sejumlah kebutuhan warga yang bertahan.

Perahu aluminium itu berawakan Ferli serta tiga relawan SPM. Air minum kemasan, lilin serta makanan baik ringan maupun berat adalah beberapa muatan yang dibawa mereka. Satu-persatu penghuni yang berdiam di lantai dua rumahnya mendapatkan barang-barang tersebut.

Tak hanya menyebarkan bantuan, Feri dan relawan lainnya juga turut mengevakuasi warga yang terkepung banjir. Seperti pagi tadi, ia membantu mengevakuasi wanita hamil menuju posko banjir.

"Saya bawa sampai ke posko yang ada ambulan itu. Hamil tua sudah delapan bulan,"  imbuhnya.

Tercatat, tidak kurang dari 4.000 warga terdampak banjir di Kelurahan Nambo Jaya, Karawaci. Sebanyak 1.500 keluarga di antaranya merupakan warga perumahan Pondok Arum.

Banjir setinggi 2 meter lebih itu merendam hampir seluruh rumah warga pondok Arum. Sebagian besar mengungsi, sebagian lainnya bertahan di lantai dua rumahnya. Mereka yang bertahan, bergantung dengan sisa persediaan makan serta dari kiriman relawan.

Tabuh maghrib tiba. Perahu tersebut menepikan Feri beserta relawan SPM. Barang beberapa jenak Feri ingin istirahat digantikan relawan lainnya yang berpatroli dan memantau mesin pompa air di bantaran kali Sabi.(BAL)



Tinggalkan Komentar