Logo
images

ilustrasi cuaca ekstrem.

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Selama Dua Hari Ke Depan di Tangerang

Fokustangerang.com–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klas I Tangerang memprediksi cuaca ekstrem di Kabupaten Tangerang, masih akan berlangsung hingga akhir pekan ini.

Selama dua hari kedepan kecepatan angin akan mencapai 30 sampai Knot dan sangat berpotensi menimbulkan angin puting beliung, seperti yang melanda Kecamatan Mauk beberapa waktu lalu.

BMKG juga mengimbau ke seluruh masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang, terutama nelayan untuk menghindari awan hitam tebal yang berkumpul disatu titik lantaran berpotensi puting beliung. Puting beliung sendiri tidak hanya terjadi di daratan, tetapi juga dapat terjadi di wilayah perairan.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun BMKG Klas I Tangerang, Urip Setiyono menjelaskan, pihaknya sangat sulit memprediksi bencana alam angin puting beliung sekala lokal seperti yang terjadi di Kecamatan Mauk, apalagi untuk dua hari kedepan cuaca ekstrem masih akan berlanjut.

"Maka dari itu kami memperingati masyarakat untuk segera mencari perlindungan, jangan berlindung di pohon besar dan cari tempat aman. Apabila menemukan awan hitam tebal yang berkumpul di satu titik," jelasnya kepada Fokustangerang.com, Jumat (13/12).

Urip mengatakan, angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Mauk memiliki kecepatan 20 knots dan sudah mampu menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah warga. Timbulnya angin puting beliung yang merupakan tornado versi kecil itu karena untuk saat ini, di Indonesia sedang memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan.

"Jadi beberapa daerah kalau masuk musim hujan sudah tidak ada angin kencang, tetapi kalau musim transisi masih ada potensinya," ujarnya.

Menurut Urip, tanda-tanda adanya potensi angin puting beliung selain berkumpulnya awan hitam yakni dapat terasa udara panas di pagi hari dan cuaca yang cukup terik.

Umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

"Kemudian terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita," ucap Urip.(IRW/BAL)



Tinggalkan Komentar